Jenis Jenis Narasi, Lengkap Contoh dan Pengertiannya

Posted on

Apa itu Narasi ?

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraph dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah dan akhir.

Jenis – Jenis Narasi

Narasi Informatif

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Contoh Narasi Informatif :

Cut Nyak Dhien merupakan pahlawan wanita yang berasal dari kepulauan Aceh. Pada 1880 Cut Nyak Dien bersama suaminya melakukan perlawanan terhadap Belanda. Namun pada tanggal 30 September 1893 tepatnya di kota Kutaraja rombongan Cut Nyak Dien menyerahkan diri kepada Belanda. Teuku Umar atau atau suami Cut Nyak Dien secara diam-diam membuat rencana untuk menghancurkan pasukan pertahanan Belanda. Akhirnya rencana tersebut berhasil melumpuhkan pihak Belanda. Pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar tewas dalam peperangan dan Cut Nyak Dien ditunjuk menjadi pemimpin pembela Indonesia dalam melawan Belanda. Cut Nyak Dien kemudian ditangkap dan dirawat di rumah sakit Belanda pada masa kemunduran Aceh. Pada akhirnya beliau meninggal pada tanggal 6 November 1908. (sumber : brainly.co.id)

Narasi Ekspositorik (faktual/non fiksi)

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai akhir hidupnya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi espositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan Bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Contoh Narasi ekspositorik :

Saya membeli kamera digital merek Olympus (tipe MJU 760) seharga Rp2.330.000 di Jakarta, pada tanggal 20 Januari 2008 dengan garansi resmi. hari keempat setelah dibeli ternyata lensa kamera macet dan tidak dapat digunakan tanpa ada kesalahan penggunaan, seperti jatuh atau terkena air. Pihak toko penjual menyatakan bahwa kerusakan karena kesalahan produk dan dianjurkan untuk diklaim ke Pusat Servis Olympus. (sumber : blogbahasa-indonesia.blogspot.com)

Narasi Artistik

Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar, sehingga tampak seolah olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan Bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Contoh Narasi artistik :

Disuatu sore, Toni hendak mencari kayu bakar kehutan yang letaknya dibelakang rumah. Toni pergi kehutan sendirian tanpa ditemani oleh kakeknya karena ia tidak ingin merepotkan sang kakek. Tanpa ia sadari, ternyata ia terlalu jauh menuju kedalam hutan. Malampun datang dan suara suara anehpun terdengar. Tonipun merasa gelisah dan takut karena ini merupakan pengalaman pertamanya menuju hutan sendirian. (sumber : brainly.co.id)

Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Contoh Narasi sugestif :

Hari minggu adalah hari yang paling melelahkan bagiku. Jika di pagi hari banyak remaja yang menghabiskan waktunya untuk bersantai dan pergi untuk jalan-jalan bersama temannya, tidak berlaku bagiku.

Pukul 5 pagi aku sudah harus bangun dan membantu ibuku untuk memasak dan setelah itu aku harus menemani adik-adik ku bermain sampai mereka lelah tertidur. (sumber : sahabatnesia.com)

Ciri-Ciri Narasi Menurut Gorys Keraf (2000:136):

  1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan
  2. Dirangkai dalam urutan waktu
  3. Berusaha menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
  4. Ada konfiks

Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susuan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003:31) sebagai berikut.

  1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis
  2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dan dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya
  3. Berdasarkan konfiks karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik
  4. Memiliki nilai estetika
  5. Menekankan susunan kronologis

Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memiliki ciri yang menonjolkan pelaku.

Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental, yaitu :

  1. Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
  2. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca

Langkah-langkah menulis menulis karangan narasi

  1. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  2. Tetapkan sasaran pembaca
  3. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  4. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
  5. Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  6. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  7. Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut
Loading...

One thought on “Jenis Jenis Narasi, Lengkap Contoh dan Pengertiannya

  1. I see you don’t monetize forumpendidikan.id, don’t waste your traffic, you can earn additional bucks
    every month with new monetization method. This is the best adsense
    alternative for any type of website (they approve all sites),
    for more details simply search in gooogle: murgrabia’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published.