Seperti Apa Sih Contoh Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga Keluarga?

Posted on

Keluarga adalah bentuk terkecil dari masyarakat dunia. Agar bisa hidup bersama, dibutuhkan beberapa contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga yang tepat. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa manusia ingin bisa menikmati hidup sejahtera bersama orang-orang terdekat. Untuk bisa mencapai tujuan itu, jelas dibutuhkan yang namanya kegiatan ekonomi.

Seperti yang sudah diketahui, kegiatan ekonomi adalah usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada umumnya kegiatan ekonomi ini dibagi dalam tiga hal yakni konsumsi, produksi dan distribusi. Sebagai lingkup masyarakat terkecil, rumah tangga keluarga jelas sebagai pelaku dari kegiatan ekonomi yang ada di dunia ini.

Hampir setiap harinya mulai pagi hingga malam, seluruh anggota keluarga jelas melakukan kegiatan ekonomi. Supaya makin paham, berikut ini adalah beberapa jenis dan contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga yang bisa ditemukan sehari-hari.

Rumah Tangga Keluarga Sebagai Produsen

Anggota keluarga yang dewasa memiliki tanggung jawab melakukan kegiatan ekonomi sebagai produsen. Produsen di sini bermakna rumah tangga keluarga mempunyai penghasilan. Dalam dunia ekonomi, rumah tangga keluarga dipandang sebagai pemilik faktor produksi. Berikut ini beberapa faktor produksi yang lazim dimiliki rumah tangga keluarga:

1. Tenaga Kerja

Agar sebuah kegiatan ekonomi bisa bergerak dan memproduksi sesuatu, tentu butuh yang namanya tenaga kerja. Dan rumah tangga keluarga adalah penyedia tenaga kerja dalam proses produksi. Anda yang bekerja di perusahaan atau bisnis keluarga bisa disebut sebagai salah satu contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga.

2. Keahlian

Tidak hanya tenaga kerja, aset produksi lain yang tak kalah penting adalah keahlian. Misalkan saja ibumu adalah orang yang pintar masak, maka bisa memanfaatkan keahliannya untuk berbisnis kuliner dan memperoleh penghasilan. Kamu yang bisa desain grafis, bisa menggunakan keahliannya untuk menjadi produsen logo pada bisnis orang lain juga.

3. Modal

Tak banyak yang tahu bahwa keluarga sebetulnya adalah modal produksi yang sangat kuat. Tenaga kerja dan keahlian masing-masing anggota keluarga merupakan aset untuk menghasilkan produk barang atau jasa sehingga meraup pendapatan. Namun kalau keluargamu memiliki aset bergerak seperti tanah, juga bisa sumber penghidupan keluarga yang sangat penting.

Rumah Tangga Keluarga Sebagai Distributor

Seperti namanya, distributor adalah pihak yang melakukan proses distribusi. Sementara distribusi adalah kegiatan menyampaikan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Salah satu contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga dalam fungsinya sebagai distributor adalah dengan membuka toko atau warung yang berjualan produk rumah tangga.

Kamu yang keluarganya memiliki bisnis toko kelontong sudah pasti melakukan kegiatan ekonomi yakni menjual barang kebutuhan sehari-hari. Proses menjual barang yang sudah dibeli sebelumnya dari produsen atau agen besar ini adalah kegiatan distribusi. Bukan hanya toko kelontong, proses distribusi juga bisa terjadi saat ada salah satu anggota keluargamu menjadi pedagang keliling.

Lantaran memiliki tujuan untuk memperoleh penghasilan, bisnis toko kelontong hingga pedagang keliling termasuk dalam kegiatan ekonomi jenis distribusi. Untuk itu kalau ayah, ibu atau saudaramu melakukan salah satu di antaranya, mereka cocok disebut sebagai distributor.

Rumah Tangga Keluarga Sebagai Konsumen

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus tahu dulu makna konsumsi yang dilakukan rumah tangga keluarga dalam hal kegiatan ekonomi. Konsumsi di sini bermakna sebagai kegiatan yang mengurangi atau menghabiskan nilai guna sebuah barang atau jasa. Barang yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan disebut dengan barang konsumsi seperti minuman atau makanan.

Dan sudah pasti rumah tangga keluarga ialah kelompok masyarakat terkecil yang sangat identik dengan kegiatan konsumsi. Sehingga kalau mencari contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga dalam hal menjadi konsumen, jawabannya adalah berbeda-beda.

Kenapa bisa berbeda? Karena kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan hingga gaya hidup. Misalkan saja ayah membutuhkan kendaraan bermotor, vitamin penambah daya tahan tubuh hingga busana rapi. Sementara untuk ibu rumah tangga, barang konsumsi yang dibutuhkan seperti kompor, bahan masakan hingga pembersih lantai.

Tak hanya ayah atau ibu yang berbeda, barang konsumsi anak-anak juga tak sama. Kamu yang masih pelajar jelas butuh buku tulis, laptop, sepatu dan alat sekolah lainnya. Sementara jika kamu sudah bekerja, kebutuhan akan berubah jadi kendaraan bermotor, produk kecantikan hingga barang fashion.

Pada dasarnya ada empat faktor utama yang membuat tingkat konsumsi satu keluarga berbeda dengan keluarga lainnya. Seperti apa saja? Simak ulasannya ini:

1. Pendapatan Keluarga

Kebutuhan keluarga menengah ke atas jelas berbeda dengan mereka yang hidup sederhana. Karena memang makin tinggi pendapatan rumah tangga keluarga itu, makin besar pula dana yang dikeluarkan untuk membeli produk konsumsi.

2. Anggota Keluarga

Keluarga dengan jumlah empat orang tentu punya kegiatan ekonomi dalam hal konsumsi lebih sedikit daripada mereka keluarga dengan enam anggota.

3. Harga Produk

Rumah tangga yang gemar membeli produk-produk branded dan terkenal jelas harus mengeluarkan dana lebih besar untuk membeli barang konsumsi.

4. Status Ekonomi

Sudah jadi hukum alam jika keluarga yang punya status sosial ekonomi lebih tinggi maka selera konsumsinya makin melonjak. Hal ini dikarenakan keluarga bangsawan hanya mau produk dengan kualitas terbaik.

Rumah tangga keluarga adalah kelompok pelaku kegiatan ekonomi terkecil. Untuk itu bagi kamu yang tengah membangun keluarga, jelas harus mempertimbangkan banyak hal agar tetap sejahtera dan kebutuhan tercukupi. Pahami betul beberapa contoh kegiatan ekonomi rumah tangga keluarga yang sudah dijelaskan agar kamu bisa menjalani hidup dengan makin baik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.