Pengertian dan Aliran-aliran Ilmu Filsafat Pendidikan

Posted on

Tahukah kamu mengenai filsafat pendidikan? atau justru baru mendengar istilah tersebut? Mengenai ilmu yang satu ini mungkin tidak diajarkan sewaktu kalian masih sekolah, tetapi jika kamu menempuh pendidikan tinggi jurusan filsafat, pasti akan mendapatkan materi ini. Namun tak perlu khawatir, karena pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskannya untuk menjawab pertanyaan kamu.  Beberapa hal yang akan kita bahas adalah mengenai pengertian dan aliran-aliran dari pendidikan filsafat itu sendiri.

Pengertian Filsafat Pendidikan

Secara etimologi, filsafat pendidikan berasal dari 2 kata yakni kata “filsafat” dan “pendidikan” yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “Philos” yang berarti kecintaan dan “shopia” yang memiliki arti kebijaksanaan. Jadi jika diartikan secara lebih rinci, Filsafat memiliki pengertian kajian mendalam yang dilakukan terhadap ilmu pengetahuan yang didasarkan atas kecintaan seseorang terhadap ilmu pengetahuan tersebut

Imam Barnadib (1994: 7) memaknai filsafat pendidikan sebagai “filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran dan pemecahan masalah pendidikan atau ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat”. Sementara itu menurut Al–Syaibany (1979 : 36) filsafat yang satu ini memiliki arti aktivitas pikiran yang teratur, dimana filsafat dianggap sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Hal ini berarti, filsafat ini ammapu menjelaskan nilai-nilai yang diupayakan untuk mewujudkannya.

Prof Dr. Hasan Langgulung berpendapat bahwa filsafat yang satu ini merupakan teori atau ideologi pendidikan yang yang muncul dari sifat Filsafat pendidik, berdasarkan pengalaman dalam dunia pendidikan dan kehidupan dari kajiannya mengenai berbagai ilmu yang berkaitan tentang pendidikan. Dari itulah, seorang pendidik dapat mengetahui sekolah berkembang.

Menurut Zanti Arbi (1988), arti dari filsafat pendidikan yaitu :

  1. Menginspirasi, yang bisa diartikan mampu untuk memberikan inspirasi bagi para pendidik guna menjalankan berbagai ide dan pemikiran dalam mengembangkan suatu pendidikan.
  2. Arti kedua yaitu menganalisis, yang bermaksud bahwa mampu atau dapat memeriksa secara mendetail setiap bagian dari suatu pendidikan sehingga vilidasi dari pendidikan tersebut dapat diketahui dengan jelas.
  3. Arti ketiga yakni memperspektifkan, yang berarti upaya memberi pengarahan dan penjelasan kepada pendidik tenyang pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
  4. Menginvestigasi, maksudnya melakukan penelitian dan memerikasa tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.

Beberapa Macam-Macam atau Aliran Ilmu Filsafat Pendidikan

1. Aliran Filsafat Idealisme

Plato (427-347 SM) merupakan pencetus aliran filsafar idealisme yang merupakan ilmu filsafat tertua di dunia. Plato dikenal sebagai bapak idealisme di dunia barat. Pada mulanya, idealisme ini hadir dari pemikiran Plato tentang kebenaran empiris yang dilihat dan dirasakan dalam alam ideal (esensi) atau ide. Aliran filsafat ini lebih menekankan pada moral dan realitas spiritual sebagai sumber-sumber utama di alam ini.

2. Aliran Filsafat Perenialisme

Aliran filsafat perennial berpedoman pada nilai atau norma-norma yang sifatnya abadi. Maksudnya, perenialisme dianggap suatu aliran masa lampau yang harus dikembalikan nilai-nilai asasi manusia guna menghadapi problem kehidupan manusia pada zaman sekarang dan bahkan sampai kapanpun dan dimanapun. Secara etimologi, perennialisme berasal dari kata perennialisme yang artinya abadi, kekal atau fana. Jika diartikan secara lebih lengkap, perenialisme merupakan segala sesuatu yang ada sepanjang sejarah.

3. Aliran Filsafat Esensialisme

Filsafat esensialisme merupakan hasil perpaduan dari filsafat idealisme Plato dan realisme Aristoteles. Aliran ini mulai Muslim Alfa zaman renaissance yang merupakan perpaduan ide filsafat idealisme obyektif di salah satu sisi dan realisme obyektif di sisi yang lain. Dimana perbedaannya, terlihat dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksibilitas dan selalu terbuka akan perubahan, toleran, dan tidak ada kaitannya dengan doktrin tertentu.

Aliran filsafat ini mengharapkan supaya manusia kembali kepada kebudayaan lama karena dianggap telah banyak melakukan kebaikan untuk manusia. Termasuk diantaranya pendidikan yang harus didasari pada nilai-nilai kejelasan yang memberikan kestabilan serta nilai-nilai terpilih yang memiliki tata yang jelas. Akibat simbiosisme mutlak dan dogmatisme pada abad pertengahan, juga menjadi salah satu pemicu munculnya aliran filsafat esensialisme.

4. Aliran Progresivitas

Aliran ini menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat yang juga disebut sebagai instrumentalisme menganggap bahwa kemampuan intelejensi manusia merupakan alat untuk hidup dan juga mengembangkan kepribadian manusia. Filsafat progrevisme pendidikan bukan sekedar memberikan sekumpulan pengetahuan kepada subjek didik, namun harus juga diisi dengan aktivitas-aktivitas yang dapat melatih kemampuan berpikir mereka. Diharapkan mereka mampu berpikir secara sistemis dan ilmiah seperti melakukan analisis, pertimbangan, dan menyimpulkan guna memecahkan masalah yang dihadapi.

5. Aliran Filsafat Pragmatisme

Pragmatisme merupakan suatu aliran modern yang bersedia menerima apa saja asalkan praktis. Contohnya seperti pengalaman pribadi, mistik semua dapat diterima sebagai kebenaran, asalakn membawa dampak yang praktis dan bermanfaat. Dengan begitu, dasar-dasar pragmatis dapat memberikan manfaat bagi seseorang yang menjalankan hidup praktis.

Setiap realitas pasti mengalami perubahan secara terus menerus, itulah pandangan dari aliran ini. Selain itu, pragmatis juga lebih mementingkan orientasi kepada pandangan anti posentris, kemampuan kreativitas dan pertumbuhan manusia kearah hal-hal yang bersifat praktis, kemampuan kecerdasan dan individual serta perbuatan dalam kehidupan  bermasyarakat.

Mungkin kamu bertanya, untuk apa sih belajar filsafat? Toh nantinya tidak terlalu berguna pada pekerjaan kita? Eitss, jangan salah justru dengan ilmu filsafat, bakal banyak memberikan perubahan pada hidup kita. Contohnya yaitu filsafat pendidikan yang mengajarkan kepada kita untuk mengerti tentang diri sendiri dan dunia pendidikan. Selain itu masih banyak lagi manfaat yang pasti kamu dapatkan. Akhir kata, demikian penjelasan tentang pengertian dan aliran-aliran ilmu filsafat pendidikan, semoga bermanfaat dan terima kasih :).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.