PEMBAGIAN IMUNITAS: Pasif Alamiah, Pasif Didapat, Aktif Alamiah, Aktif Didapat

Posted on

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit.

Imunisasi terbagi kepada dua yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Menurut dr Piprim B. Yanuarso, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap tersebut merupakan suatu keterlambatan imunisasi dan bukan hambatan untuk melanjutkan imunisasi.

Anak yang usianya sudah besar bisa mengejar tertinggalnya tersebut dengan tetap melengkapi imunisasi (catch up immunization).

Adapun pembagian imunitas terdiri dari 4 yaitu :

1. Imunitas Pasif Alamiah

Pada saat seorang bayi lahir ke dunia, ia dibekali dengan sistem kekebalan tubuh bawaan dari ibunya. Inilah yang kita sebut sebagai kekebalan pasif alamiah. Kekebalan jenis ini sangat tergantung pada kekebalan yang dipunyai oleh si ibu. Misalnya, bila ibu mendapat imunisasi tetanus pada saat yang tepat di masa kehamilan, maka anak mempunyai kemungkinan sangat besar untuk terlindung dari infeksi tetanus di saat kelahirannya.

2. Imunitas Pasif didapat

Pada keadaan ini, daya imunitas diperoleh dari luar, misalnya pemberian serum antitetanus. Kelebihannya dapat langsung dipergunakan tubuh untuk melawan bibit penyakit, tapi sayangnya kekebalan jenis ini biasanya mempunyai waktu efektif yang pendek. Contoh imunitas pasif didapat seperti serum antitetanus dan serum antirabies.

3. Imunitas Aktif Alamiah

Pada saat tubuh kita dimasuki oleh bibit penyakit, terjadi suatu mekanisme pembentukan sistem pertahanan tubuh yang spesifik terhadap bibit penyakit yang menyerang. Dengan demikian, bila bibit penyakit tersebut mencoba kembali masuk ke tubuh kita, tubuh sudah siap dengan pertahanannya.

4. Imunitas Aktif didapat

Sesungguhnya prinsip dari imunitas aktif didapat ini diambil dari imunitas aktif alamiah. Bedanya, kita ‘menyajikan’ bibit penyakit atau bagian daripadanya, agar tubuh dapat membentuk sistem imunitas spesifik sebelum bibit penyakit tersebut benar-benar datang. Inilah yang dikenal sebagai vaksinasi. Keuntungan dari pemberian vaksinasi adalah kita dapat mengontrol agar masuknya bibit penyakit (agen) tidak sampai menimbulkan penyakit yang parah pada diri si penerima.

Walau mungkin tidak bergejala, dalam keadaan normal kekebalan tetap terbentuk. Vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi terhadap agen yang kita masukkan. Mungkin akan timbul sedikit keluhan pada penerima (resipien) akibat ‘peperangan’ yang terjadi antara sistem imunitas spesifik yang terbentuk dan agen (dalam vaksin) yang kita masukkan. Tapi setelah itu, akan terbentuk antibodi yang selalu siap untuk mengingat musuh-musuhnya.

Jadi bila di belakang hari agen yang sama berusaha masuk, tubuh dengan cepat dapat melipatgandakan antibodi spesifiknya untuk membunuh agen tersebut.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.