Contoh Program Pendidikan Karakter di Sekolah

Posted on

Pendidikan memang sangat penting sebagai sarana menuju bangsa yang maju dan cerdas. Tapi, dengan hanya diberi ilmu mengenai materi-materi saja tidak cukup. Harus ada contoh program pendidikan karakter di sekolahyang harus diterapkan tiap-tiap sekolah. Hal ini bertujuan menerapkan nilai-nilai pancasila dengan memperkuat karakter siswa dan menerapkannya ke para siswa untuk dilaksanakan baik di sekolah dan lingkungan masyarakat. Jangan sampai anak pintar, tapi akhlaknya buruk, karena ilmu tanpa akhlak, seperti memasak tanpa garam.

Lalu, bagaimana cara pemerintah untuk bisa menerapkan contoh program pendidikan karakter di sekolah tersebut? Kementrian pendidikan berusaha menerapkan program tersebut di agenda 8 jam belajar dalam sehari di sekolah. Pemerintah berusaha semampu mungkin untuk menyebarkan informasi melalui sosialisasi terhadap para guru untuk bisa menerapkan program karakter siswa tersebut di sekolahnya masing-masing.

Pembinaan karakter tersebut bisa berwujud religius, di mana anak-anak dituntut untuk tidak melupakan kewajibannya sebagai makhluk beragama. Ada pula nasionalis yang mengajarkan para siswa untuk bisa mencintai bangsanya sendiri. Kemudian pembinaan yang lain ada gotong royong, mandiri dan integritas. Pemerintah sangat mengharapkan agar para guru mempelajari program ini dan segera menerapkannya di masing-masing sekolah.

Memang, ilmu tentang karakter ini sangat diperlukan mengingat moral anak bangsa yang sekarang sedikit redup karena kurangnya pendidikan yang menyangkut akhlak dan moral. Kita lihat sendiri, banyak siswa yang kini kurang menghormati gurunya. Selain guru, orang tua atau wali siswa juga harus mendukung program ini agar dapat berjalan dengan baik.

Faktor Adanya Program Pendidikan Karakter di Indonesia

Seperti yang sudah kita ketahui, moral anak bangsa saat ini sedang meredup. Pemerintah berusaha untuk memperbaikinya dengan diadakannya contoh program pendidikan karakter di sekolah hingga ke jenjang sekolah Menengah Atas. Dengan adanya program ini, pemerintah mengharapkan  agar para siswa menjadi pribadi yang baik dan juga cerdas.

Jadi, dengan diadakannya program belajar 8 jam sehari di sekolah dan penerapan program karakter, siswa tidak hanya mengejar nilai akademis saja. Namun nilai-nilai yang berkaitan dengan tingkah laku, akhlak dan sebagainya juga dilakukan. Pemerintah menargetkan 70 persen untuk PPK, sementara 30 persen untuk pelajaran umum selama 8 jam belajar tersebut.

Diadakannya PPK tersebut karena banyak faktor yang membuat pemerintah untuk merencanakan program ini. Adanya PPK juga guru tidak hanya memberikan pendidikan yang berbau akademis saja, tapi guru dituntut untuk kreatif dan lebih aktif agar anak-anak mau menerapkan program ini di kesehariannya baik di sekolah ataupun di luar sekolah.

Memang adanya program yang dicanangkan pemerintah ini cukup sulit dan menjadi tugas yang berat bagi para pekerja didik. Tapi tahukah Anda? Adanya PPK ini, nantinya juga bisa membentuk pribadi siswa untuk menjadi orang yang berilmu dengan pribadi yang baik.

Contoh Program Pendidikan Karakter di SD, SMP, dan SMA

Agar terwujudnya program yang bagus ini, banyak sekolah di masing-masing jenjang pendidikan kini mulai menerapkannya dengan ide-ide dari para guru yang kreatif. Kegiatan ini pun berada di bawah pengawasan Menteri Pendidikan di masing-masing daerah. contoh program pendidikan karakter di sekolah sebenarnya hampir semuanya sama, tergantung dari pihak sekolah, mau membungkus ide tersebut seperti apa. Pemerintah memang menghimbau, PPK ini bisa diterapkan pada kegiatan intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler di sekolah.

Bila Anda belum tahu, intrakulikuler adalah kegiatan biasa yang dilakukan oleh siswa yaitu belajar pelajaran umum. Sementara untuk kokulikuler adalah kegiatan pengayaan tentang mata pelajaran, kegiatan ilmiah, seni dan budaya yang dilakukan secara lebih intensif. Sementara untuk ekstrakulikuler adalah kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa di luar jam pelajaran.

Dari semua kegiatan tersebut, guru dapat menerapkan contoh PPK seperti pada penerapan sikap integritas siswa. Pihak sekolah bisa memberikan contoh penerapan 5S (Sapa, Salam, Senyum, Sopan, dan Santun) ketika bertemu dengan guru. Kini banyak sekolah yang menerapkan ini dan para guru bergantian berjaga di depan ketika jam berangkat siswa untuk menyapa anak didiknya.

Kemudian untuk meningkatkan rasa nasionalis, sekolah harus mengadakan upacara bendera setiap minggu atau beberapa minggu dalam satu bulan dan merayakan hari penting nasional lainnya. Sekolah mengajarkan pula gotong royong kepada siswa dengan mengadakan kerja bakti setiap Jumat dengan tema Jumat Bersih.

Sekolah juga harus mengajari kemandirian terhadap siswa dengan cara-cara tertentu sesuai jenjang pendidikan yang diampu agar sesuai takarannya. Ajarkan pula sikap religius. Di sekolah tentu tidak hanya 1 agama saja, tapi dari banyaknya siswa memiliki agama yang cukup minoritas. Nah, pihak sekolah harus secara adil memberikan penerapan karakter religius dengan adil terhadap para siswanya dengan dibimbing oleh guru di bidangnya masing-masing.

Manfaat Diadakan Program Pendidikan Karakter di Sekolah

Pemerintah menerapkan program pendidikan tersebut, tidak semata-mata dengan tanpa manfaat. Manfaat yang bisa didapat dari program ini adalah agar siswa bisa menumbuhkan rasa respek, peduli, dan bertoleransi terhadap perbedaan yang ada di negeri ini. Adanya PPK, menjadikan siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.

Siswa bisa menerapkan keadilan ketika sudah terjun di masyarakat dan mau membaur dengan suatu urusan kemasyarakatan agar menjadi warga yang baik. Bisa menerapkan sikap peduli terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan dan dapat dipercaya oleh banyak orang dengan pribadinya yang baik.

Adanya manfaat tersebut, kita harus mau membangun contoh program pendidikan karakter di sekolah agar generasi bangsa menjadi pribadi yang baik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.